Ingatkah kamu kalau birokrasi sering kali memotong kaki sendiri demi terlihat berjalan?

Kemarin sore saya melihat sebuah regulasi baru yang memaksa perangkat desa memenuhi syarat administratif rumit hanya untuk mencairkan hak dasar mereka. Dana desa dipangkas drastis, disandera oleh kewajiban membangun entitas baru yang belum tentu mereka butuhkan.

Fenomena ini mengingatkan saya pada proyek pengembangan aplikasi lawas yang pernah saya tangani. Kami menghabiskan 80% energi tim hanya untuk mengisi dokumen kepatuhan arsitektur, sementara performa sistem di server utama perlahan-lahan sekarat.

Banyak pembuat kebijakan terjebak dalam Goodhart's Law: ketika sebuah indikator pengukuran berubah menjadi target, indikator tersebut tidak lagi menjadi alat ukur yang baik. Mereka menciptakan bottleneck baru atas nama akuntabilitas, tanpa menghitung opportunity cost dari hilangnya daya beli di tingkat akar rumput.

Secara teknis, memperumit conditional logic pada gerbang penyaluran dana tanpa memperbaiki kapasitas pipeline di bawahnya hanya akan memicu kegagalan sistemik. Hasil akhirnya fatal: program yang awalnya dirancang sebagai stimulus ekonomi justru berubah menjadi instrumen pemerasan administratif yang legal.

Jangan biarkan kepatuhan buta terhadap prosedur formal membunuh fungsi utama dari sebuah solusi yang ingin kamu bangun.